Pihak penyelanggara Olimpiade Shorof berharap tradisi nadzhoman dan mentasrif tumbuh kembang dalam benak para santri Pesantren Seblak.
Baca Juga: Selamat! Pevita Pearce Resmi Menikah, Sosok Suami Bikin Penasaran! Bukan Orang Indonesia?
“Sehingga akan lebih mudah dalam memahami bacaan-bacaan kitab kuning yang diadakan di pesantren sini,” ujar Budi Santoso, kepala Aliyah Seblak.
Budi menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan pendiri Pesantren Seblak yang memang dikenal ahli dalam ilmu shorof.
“Jadi semacam tabarrukan kepada beliau untuk meneruskan penguasaan ilmu shorof,” ujarnya.
Untuk diketahui, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak didirikan oleh KH M Ma’shum Ali tahun 1921. Dia ulama hebat dari Gresik dan menantu pertama KH M Hasyim Asy’ari Tebuireng. Setelah dinikahkan dengan Nyai Khoiriyah.
Kiai Ma’shum adalah tokoh ilmu shorof di Nusantara. Karyanya di ilmu shorof berjudul Al-Amtsilah al-Tashrifiyah.
Hingga sekarang menjadi referensi wajib di pesantren Nusantara. Bahkan juga dijadikan sumber kajian di Masjid Al-Azhar Kairo Mesir.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!