Pada masa itu di Kerajaan Tarumanagara jarang ditemui orang yang menganut Agama Buddha, namun banyak brahmana dan orang-orang yang menganut kepercayaan kepercayaan lokal dan animisme ataupun dinamisme.
Berdasarkan kualitasnya, candi di situs Batujaya tersebut bisa dikatakan tidak utuh seperti layaknya mayoritas bangunan candi lainnya.
Hanya dapat ditemukan bagian kaki atau dasarnya saja di beberapa bangunan candi ini, kecuali sisa bangunan di situs Candi Blandongan.
Sebagian besar candi-candi lainnya yang masih terkubur didalam tanah ternyata memiliki bentuk seperti gundukan bukit atau dalam bahasa Sunda atau Jawa disebut "Unur".
Hal unik lainnya yang jadi ciri khas situs Percandian Batujaya ini yaitu tidak menunjukkan ketinggian serta ukuran yang sama.
Kemudian, bahan untuk membangun Percandian Batujaya itu juga berasal dari batu bata, berbeda dengan candi-candi lainnya seperti di wilayah Jawa Tengah yang dibuat dari batu andesit.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!