news

Jawaban Bahlil saat Sidang Doktoral soal Kerusakan Lingkungan akibat Tambang di Morowali Dinilai Kurang Berbobot, UI Jadi Bahan Gunjingan Netizen

Jumat, 18 Oktober 2024 | 08:00 WIB
Potret Bahlil pada sidang terbuka doktoral UI. (Instagram/bahlillahadalia)

"Dapat dilihat dalam slide itu foto yang kawasan lautnya biru itu Weda Bay dan di Halmahera itu air lautnya berwarna coklat karena kerusakan lingkungannya sangat buruk, karena saya melihat tahun 2019 belum ada contoh makanya harus diteliti lagi itu," kata Bahlil.

Baca Juga: Perjalanan Karir Bahlil Lahadalia Menteri ESDM yang Kini Resmi Bergelar Doktor, Sudah Bekerja Saat Masih Remaja?

"Istilahnya kaya anak itu baru belajar jalan jatuh-jatuh biasa lah, nah peraturan pemerintah ini sudah bagus tapi kurang ditegakkan. Kalau ditanya yang dominan berkontribusi kerusakan lingkungan? semuanya berpengaruh," imbuhnya.

"Nah, kalau begitu apa yang belum bagus kita perbaiki. Saat ini kami juga masih meraba aturan yang bagus seperti apa, apalagi kita sebagai negara berkembang harus bisa menetapkan standar untuk AMDAL sekaligus mengatasi kerusakan di Morowali," pungkasnya.

Jawaban Bahlil pun menjadi sorotan publik yang dianggap seperti jawaban orang awam.

Baca Juga: Siapa Bahlil Lahadalia? Menteri ESDM yang Terima Gelar Doktor, Selesaikan S3 di UI Kurang dari 2 Tahun

"Mendengar jawaban Bahlil kaya gini, lalu orang UI kasih nilai cumlaude apa segitu aja kualitas guru besar UI? Kredibilitas UI mulai dipertanyakan," komentar akun @gina_kyoo.

"Jawaban sama sekali gak berkelas doktoral. Banyak kalimat yang semestinya gak kedengaran di forum resmi ilmiah. Tidak objektif, tak bisa pisahkan diri sebagai peneliti atau Wakil Pemerintah. Penyajian data minim, lebih cocok kalau disebut intro," komentar akun @blank02449.

"Jadi jawaban setara Ilmu S3 dari mana? miris sekali mana yang kasih UI kasih nilai Cumlaude. Harusnya menjelaskan apa dan bagaimana Novelty Hasil penelitian doktor. Bahlil ini cuma deskriptif saja membandingkan dua Lokasi pertambangan dengan opini pribadi, tidak jelas arahnya ke mana," komentar akun @luckyman777.

Sementara itu, Bahlil yang mendapat gelar Doktor selama 20 bulan juga menuai polemik.

Pasalnya, secara umum menyelesaikan program Doktor membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun dan Bahlil hanya butuh waktu 1 tahun 8 bulan saja.

Tentu saja hal tersebut membuat semua orang terkejut dan menuai beragam reaksi dari netizen yang pernah menjalani jenjang pendidikan lanjutan hingga S3.

"Saya berjuang 6 tahun susah payah, tidak terhitung berapa kali asam lambung kambuh karena stress nyusun disertasi untuk meraih gelar Doktor di Kampus UI tercinta. Eh, sekarang ada orang yang bisa meraih gelar doktor cuma 20 bulan di UI, nyesek banget hati ini mendengarnya," komentar akun @UmarSyadatHsb.

"Sulit rasanya untuk percaya karena post-grads UI sedari dulu memang sangat sulit mulai pra-riset, sampai toefl dan sekelas UI meluluskan orang seperti Bahlil yang jawabannya pas-pasan, mulai dipertanyakan kualitasnya," komentar akun @ira_fayria.

Bahkan, ada pula yang mengunggah dokumen peraturan rektor UI mengenai program doktor yang ditempuh selama 88 sks dengan setiap semester maksimal 24 sks.

Halaman:

Tags

Terkini