news

5 Fakta Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Kalteng, Diduga Mahasiswa ULM yang Hilang 5 Bulan Lalu: Kaos dan Celana...

Minggu, 13 Oktober 2024 | 15:51 WIB
Penemuan tengkorak manusia di Kapuas, diduga mahasiswa ULM yang hilang. (X/txtdarikalsel. )

SketsaNusantara.id - Warga Desa Sei Ahas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah digegerkan dengan penemuan tengkorak manusia pada Sabtu, 12 Oktober 2024 di hutan desa setempat.

Diduga kuat, tengkorak manusia yang ditemukan ialah mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tengah melakukan geotagging pada bulan Mei 2024 lalu.

Video penemuan tengkorak manusia yang diduga kuat mahasiswa ULM bernama Aditya Dharma Santoso (21) itu pun viral di media sosial.

Baca Juga: Terharu! Update Perkembangan Kondisi Lolly, Kuasa Hukum Nikita Mirzani Spill Momen yang Bikin Hati Tersentuh

Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari X @txtdarikalsel, saat ditemukan, tengkorak masih menggunakan kaos berwarna merah dengan celana jeans biru.

Pakaian tersebut mirip dengan yang dikenakan Aditya Dharma Santoso saat kali pertama dilaporkan hilang.

Selain itu, sejumlah barang pun ditemukan di lokasi penemuan tengkorak, yakni tas yang makin memperkuat bahwa tengkorak manusia tersebut ialah jasad mahasiswa ULM yang hilang.

Baca Juga: Siapa Istri Benny Laos? Profil Sherly Tjoanda Pasangan Cagub Maluku Utara yang Selamat dari Ledakan Speedboat

Dalam video yang beredar, disebutkan bahwa ada lima orang yang tengah merintis jalan dan tiba-tiba menemukan tengkorak manusia tersebut.

“Kami dan tim dari Pelaihari (Kalsel), telah menemukan tengkorak mayat seseorang, namun belum diketahui siapa ini,” kata perekam video.

Sebelumnya diberitakan bahwa, warga Jalan Gunung Batu, RT08/04, Desa Bentok, Kecamatan Bati-bati, Kalsel dinyatakan hilang pada setelah melakukan kegiatan geotagging pada 2 Mei 2024 silam.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Usai mendapatkan laporan hilang, tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, BPBD Kapuas, TNI/ Polri, relawan dan masyarakat setempat langsung melakukan pencarian.

Sebelum dinyatakan hilang, Aditya berangkat dari titik kumpul untuk melakukan geotagging pada pukul 08.00. Lalu hilang kontak pada pukul 15.00.

Halaman:

Tags

Terkini