“Dengan donasi minimal Rp5 ribu di trakterr.id/neohistoria, anda dapat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan operasional, membayar hutang dan royalti penulis,” seperti dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan akun @neohistoria_id tanggal 4 Oktober 2024.
Berdasarkan laporan. yang dibagikan, terkumpul donasi lebih dari Rp100 juta.
2. Tudingan soal Pembayaran Royalti
Salah satu akun X bernama @Erwin_HideAF menuding Neo Historia tidak memiliki pengaturan keuangan yang jelas.
Salah satunya terkait hal royalti yang diduga tidak dibayarkan kepada penulis.
Hal ini diungkap akun tersebut dalam komentarnya terkait open donasi Neo Historia tanggal 4 Oktober 2024.
“Lu mau bantu ke perusahaan yang nggak jelas pengaturan keuangannya? Para penulis yang itkda terbayarkan royaltinya, harusnya mereka mendapatkan uang dari hasil jualan buku, bukan dari uang sumbangan,” seperti dikutip SketsaNusantara.id
Akun @neohistoria.id pun memberikan penjelasan di tanggal yang sama melalui cuitannya.
Akun @neohistoria_id mengaku ada perbedaan timeline atau garus waktu terkait masalah keuangan.
Berdasarkan pengakuan akun tersebut, anggaran royalti yang disebutkan dalam open donasi, bukan digunakan untuk pembayaran royalti yang bermasalah pada tahun 2022.
“Dana ini diambil kabur oleh Hendy Kurniadi pada tahun 2023. Ini merupakan permasalahan keuanan yang berbeda yang terjadi di tahun yang lebih baru,” tulisnya.
3. Jejak Digital Daniel Limantara dalam Akun Deviantart