SketsaNusantara.id - Ada pernyataan yang menarik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara peringatan HUT TNI ke-79 di Monas, Jakarta, 5 Oktober 2024.
Dalam kesempatan itu, Jokowi semacam memberikan peringatan bahwa jangan sampai ada riak yang menganggu pergantian kepemimpinan nasional.
Hal itu menjadi sangat menarik karena disampaikan di depan TNI dan pernyataan tersebut dikaitkan dengan posisi Gibran yang akan menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Pengamat Politik, Rocky Gerung menanggapi pernyataan Jokowi tersebut.
Menurutnya, pernyataan tersebut mesti dipahami konteksnya terlebih dahulu. Di tempat lain, pernyataan itu mestinya wajar-wajar saja.
Namun, yang tersirat justru akan berbeda jika diucapkan dalam konteks tertentu, seperti saat peringatan HUT TNI yang dihadiri pihak militer.
"Kalau itu diucapkan di hari peringatan TNI, konteksnya jadi lain," ujar Rocky, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung Official, 5 Oktober 2024.
Pernyataan itu justru mengesankan bahwa ada hal yang kurang mulus dalam proses pergantian sampai harus perlu memperingatkan para tentara.
"Seolah-olah ada pengetahuan Pak Presiden atau informasi yang menganggap akan ada hal yang kurang mulus dalam proses pergantian karena itu harus diwanti-wanti di depan upacara peringatan Hari TNI," lanjutnya.
Dalam sebuah momen peringatan HUT TNI yang bertujuan menguatkan kebutuhan atas stabilitas dan peran tentara sebagai penjaga kedaulatan, ucapan Jokowi jadi terkesan politis.
"Jadi, kalau itu diucapkan di dalam forum yang secara etis adalah fungsi pertahanan, buat apa, keterangan Pak Presiden itu politis sifatnya," kata Rocky.