SketsaNusantara.id - Joko Widodo (Jokowi) dinilai meninggalkan warisan utang yang tidak pernah terjadi dalam sejarah republik.
Warisan utang itu merupakan beban yang ditinggalkan kepada rakyat usai melepas jabatannya sebagai presiden pada 20 Oktober nanti.
Hal itu disampaikan Pengamat Politik, Ryaas Rasyid saat menjadi narasumber di podcast Abraham Samad.
Warisan utang itu dinilai melengkapi rangkaian berbagai kebohongan yang selama ini terjadi di masa kepjuga emimpinannya.
"Dia mewariskan beban bagi rakyatnya sangat berat. Jadi kebohongan-kebohongan dan kealpaan-kealpaan itu jadi beban luar biasa. Belum lagi beban-beban nyata yang bisa diperhitungkan. Misalnya beban utang negara," ujar Ryaas, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, yang diunggah 3 Oktober 2024.
Bahkan, warisan utang yang menggunung itu disebutnya tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.
"Ini tidak pernah dalam sejarah republik ini, presiden meninggalkan utang sebesar itu. Itu sangat berat," lanjut Ryaas.
Berdasarkan Data Kementerian Keuangan, utang pemerintah mengalami lonjakan dengan penambahan senilai Rp 5.843,15 triliun.
Artinya, selama 10 tahun menjabat, jumlah utang melesat tinggi sebesar 225 persen.
Menurut data tersebut, nominal utang pemerintah pusat per Juni 2024 menembus Rp 8.444,87 triliun atau setara dengan 39,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sehingga, terjadi lonjakan dibandingkan akhir September 2014 atau sebelum Jokowi menjabat.