SketsaNusantara.id - Pendakwah nyentrik Gus Miftah dikenal memiliki jamaah dari berbagai kalangan. Mulai pejabat, artis hingga Pekerja Seks Komersial (PSK).
Lokasi dakwah Gus Miftah juga anti mainstream. Seperti lokalisasi, klub malam, sampai gereja.
Dalam menjalankan dakwahnya, pendiri Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogyakarta itu sering menuai kontroversi, termasuk saat menggelar pengajian di klub malam.
Baca Juga: 3 Kontroversi Gus Miftah, Mulai Dakwah di Klub Malam Hingga Bagi-bagi Uang Saat Pilpres 2024
Beredar kabar, tarif dakwah Gus Miftah mencapai 3 miliar dalam sekali datang.
Benarkah demikian? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman youtube Trans TV, Gus Miftah membantah kabar tersebut.
Sambil bercanda, Gus Miftah menjelaskan arti dari tarif 3 M yang disebut netizen.
"3M itu artinya Maturnuwun Mas Miftah," jelasnya sambil tertawa.
Baca Juga: Siapa Istri Gus Miftah? Ini Profil Ning Astuti yang Viral Kepalanya Ditoyor Suami di Depan Umum
Pendakwah yang mendampingi Deddy Corbuzier memeluk Islam itu menjelaskan setiap kali mendapat uang, Gus Miftah selalu memasukkan ke dalam rekening pondok.
"Saya itu punya pondok, santrinya semuanya gratis, pondok pesantren Ora Aji, Sleman," kata Gus Miftah.
Gus Miftah menjelaskan saat pandemi, ia membantu para kyai kampung untuk mendapatkan santunan.
Baca Juga: Profil Gus Miftah, Pendiri Ponpes Ora Aji, Sleman yang Videonya Viral Hempas Kepala Istri
"Saya pernah minta tolong mbak Inul (Inul Daratista) untuk posting di instagram tentang kado lebaran kyai kampung untuk membantu kyai-kyai yang terdampak pandemi," katanya menjelaskan.