Meski demikian, Gus Miftah pernah berujar soal 'aturan' tarif dakwah.
Ia mengaku tidak mematok tarif tertentu kecuali jika ada undangan dari perusahaan atau penyelenggara bersponsor.
"Kalau undangan dakwah dari lembaga, perusahaan atau orang kaya, kamu jual saya murah, kamu salah," katanya.
Ayah dari 2 orang anak itu akan memasang tarif mahal untuk pihak yang memiliki kepentingan pribadi termasuk politik.
Gus Miftah menyebut hal itu sebagai bentuk subsidi silang karena ia kerap memberikan sumbangan saat berdakwah di desa-desa atau tempat terpencil lainnya.
Baca Juga: Jadwal Debat Cagub-Cawagub Pilkada Jakarta 2024, Waktu, Lokasi Lengkap dengan Tema
"Kalau diundang dakwah di desa, pedalaman, atau pegunungan, kamu minta bayaran juga salah," pungkasnya. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mukanya Tampak seperti 'Orang Bener', Gaizka Dinti Azriel Ngaku Tak Sadar Keliling Pamer Alat Vital di Minimarket, Pengidap Eksibisionis?
Apa Hukuman bagi Pelaku Eksibisionis? Buntut Viral Video Gaizka Dinti Azriel, Ada Ancaman Pidana Penjara hingga Denda 6 Miliar Rupiah
8 Fakta Unik Puncak Acara Peringatan HUT TNI ke-79 di Monas, Terbuka untuk Umum dan Ada Makan Gratis!
Viral Video Mahasiswa yang Pamerkan Alat Vital, Pengidap Eksibisionis, Apa Itu? Dokter Boyke Ungkap Penyebabnya
Fantastis! Segini Jumlah Kekayaan Pinka Haprani, Cucu Megawati Ramai Jadi Sorotan Usai Tenteng Tas Seharga 40 Juta Saat Dilantik Jadi Anggota DPR RI
Persiapan Pramono Anung - Rano Karno untuk Debat Perdana 6 Oktober 2024, Fokus pada Program yang Dapat Langsung Dikerjakan
Heboh Habib Jafar Mendadak Posting Foto Lagi Dirawat di Rumah Sakit, Bikin Khawatir Netizen: Sakit Apa?
Haters Nyinyir Sebut Anies Baswedan Cari Panggung Saat Melayat ke Rumah Duka Marissa Haque, Netizen: Buzzer Sampah..
Profil Pinka Haprani, Anak Puan Maharani yang Dilantik Jadi Anggota DPR RI di Usia 25 Tahun, Ternyata Punya Background Pendidikan Mentereng