2. BJ Habibie
Dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia, Baharudin Jusuf Habibie atau BJ Habibie menerima gelar Doktor Honoris Causa atas kontribusinya di bidang teknologi dan kedirgantaraan.
Presiden Republik Indonesia ketiga ini bahkan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari universitas dari dalam maupun luar negeri.
BJ Habibie mendapatkan gelar Doktor pertamanya yakni Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) pada tahun 1965 setelah menyelesaikan studi S-3 di RWTH Aachen, Jerman Barat dengan predikat summa cum laude.
Bapak Teknologi ini pada mendapatkan Gelar Doktor Honoris Causa pada tahun 2010 dari Universitas Indonesia (UI) di bidang Ilmu Pengetahuan dan Filsafat Teknologi.
Mendapat gelar Dr.HC dari Chungbuk National University dan Hankuk University of Foreign Studies di Korea Selatan serta dari Cranfield Institute of Technology, di Inggris Raya atas jasanya di bidang teknologi pesawat terbang.
3. Megawati Soekarnoputri
Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri juga menerima gelar kehormatan ini sebagai pengakuan atas kepemimpinannya dan kontribusi dalam bidang politik.
Tak tanggung-tanggung, anak kedua Bung Karno ini mendapat 12 gelar kehormatan dari beberapa kampus bergengsi yang berasa di Jepang, Rusia, Korea Selatan dan Tiongkok.
Ketum PDIP itu memperoleh gelar kehormatan pertamanya dari Waseda University of Tokyo, kampus tempat Jerome Polin menimba ilmu di Tokyo, Jepang, pada 29 September 2001 atas jasanya di Bidang Politik.
Ia juga mendapatkan gelar kehormatan di Bidang Politik dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO) di Moskow, Rusia pada tahun 2003 dan Korea Maritime and Ocean University, di Busan, Korea Selatan pada tahun 2015 serta Mokpo National University, di Korea Selatan, pada tahun 2017 di Bidang Demokrasi Ekonomi.
Sejumlah PTN bergengsi dalam negeri seperti Universitas Padjajaran (UNPAD) juga memberikan gelar kehormatan pada tahun 2016 kepada Megawati Soekarnoputri atas prestasinya di Bidang Politik dan Pemerintahan dan Universitas Negeri Padang (UNP), memberikan gelar pada 2017 di Bidang Pendidikan Politik.