Awalnya tidak ada yang mengenal siapa sosok di balik OTK yang nyelonong masuk dan bubarkan paksa diskusi FTA di Kemang.
Namun, ada 1 orang yang tidka memakai masker dan tertangkap kamera dan wajahnya viral di media sosial.
Aksi 1 orang dari bagian OTK tersebut terciduk berjabat tangan dan rangkul polisi usai acak-acak ruang diskusi.
Selain itu, ada kejanggalan lain yang membuat Said Didu mengatakan kejadian kemarin bukan hanya sekedar pembubaran tapi penyanderaan.
Ada 5 indikasi yang diungkapkan Said Didu, di antaraya:
1) Pintu harus dikunci
2) Tidak boleh diskusi (diskusi FTA tak boleh diadakan)
3) AC dimatikan
4) Makan harus dipercepat dan waktu makan hanya berdurasi 10 menit saja
5) Perusuh minta masuk untuk foto atau rekam audiens yang ada di dalam ruang diskusi.
"Semua permintaan perusuh tersebut melalui petugas," ujar Said Didu.