news

Apa Itu Forum Tanah Air atau FTA? Komunitas Jaringan Diaspora yang Diskusinya Dibubarkan OTK, Ternyata Dibentuk di New York

Minggu, 29 September 2024 | 07:46 WIB
Potret diskusi Forum Tanah Air atau FTA ricuh karena premanisme. (X.com/@Hilmi28)

"Saya ikut mendirikan Forum Tanah Air," ujar Rocky Gerung.

Baca Juga: Kronologi Diskusi FTA yang Mendadak Ricuh Dibubarkan Sekelompok Orang Bermasker, Hilmi Firdausi: Entah Disuruh Siapa

Ternyata FTA bukan didirikan atau dibentuk di Indonesia, melainkan di New York, Amerika Serikat.

"Mungkin 3 atau 4 tahun lalu di New York," ungkap Rocky Gerung sebagai salah satu tokoh penggagas FTA.

Saat ini Ketua Forum Tanah Air adalah Tata Kesantra dan biasanya mengadakan agenda diskusi dengan sejumlah tokoh nasional hingga akademisi.

Baca Juga: Latar Belakang Keluarga Reini Djuhraeni Wirahadikusumah, Sosok Viral yang Wajibkan Mahasiswa Kerja Part Time, Rektor Perempuan Pertama di ITB!

Menurut Rocky Gerung, tujuan dibentuk FTA adalah sebagai wadah para diaspora di luar negeri, khususnya masyarakat Indonesia yang ada di New York saat itu.

"Teman-teman di New York terutama minta supaya ada semacam jaringan internasional untuk memantau Indonesia," katanya.

Pengertian memantau Indonesia yang dimaksud Rocky adalah sebagai bentuk penglihatan masalah di dalam negeri supaya ada andil konsep dan solusi dari mereka yang ada di luar negeri.

Baca Juga: Videonya Bagi Segepok Uang untuk Cucu Viral, Ternyata Segini Kekayaan Zulkifli Hasan Sebelum Menjabat Sebagai Menteri Perdagangan RI

Forum Tanah Air secara rutin mengkahi apa saja permasalahan yang ada di tanah air dengan menyumbang konsep pembenahan.

Sehingga, ada evaluasi kehidupan di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya yang dibahas dalam diskusi FTA.

Rocky Gerung mengatakan kalau FTA bukan hanya unuk diaspora luar negeri, tetapi juga untuk mereka yang ada di dalam negeri.

"Kalau balik ke Eropa, Amerika, Australia, punya cerita dari first hand untuk diterangkan ke komunitas Indonesia di 5 benua," ujar Rocky Gerung.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Tags

Terkini