SketsaNusantara.id - Wacana mengenai pembentukan kabinet kementrian dengan jumlah besar oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mencuat.
Pemerintahan Prabowo-Gibran berencana untuk memiliki 44 menteri dan memecah sejumlah kementerian dan menciptakan struktur pemerintahan yang lebih besar agar lebih terfokus pada berbagai isu yang dihadapi negara.
Prabowo-Gibran akan membentuk kabinet yang tidak hanya besar dalam jumlah menteri, tetapi juga beragam dalam fungsi kementerian.
Baca Juga: Cak Imin Tak Berminat Jadi Menteri di Kabinet Prabowo, Ketum PKB: Kami Tahu Diri
Prabowo memiliki rencana bahwa yang pertama akan dirombak pada tahun pertamanya menjabat sebagai Presiden RI adalah merombak Kementrian Keuangan.
Burhanuddin Abdullah yang merupakan Dewan penasehat sekaligus Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran menyatakan bahwa akan ada kementerian penerimaan negara yang akan mengurusi pajak, bea, cukai hingga PNBP.
"Yang akan diubah kelembagaannya adalah penerimaan negara," ujar Burhanuddin Abdullah dilansir SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Baca Juga: Titiek Soeharto Unggah Foto Bersama Prabowo Subianto, Ternyata Begini Status Pernikahan Keduanya
"Insyaallah akan ada menteri penerimaan negara yang mengurus pajak, cukai dan PNBP yang merupakan pisahan dari menteri keuangan," tambahnya.
Wacana penambahan menteri dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran disinyalir akan ada 44 Kementrian.
Menurut keterangan, hal ini dilakukan agar kementrian bisa fokus pada bidang yang dijalani namun ada juga dugaan justru untuk mengakomodir kader parpol di kabinet.
Baca Juga: Muncul Gerakan Pasang Foto Prabowo Tanpa Gibran, Rocky Gerung: Bukan Mengolok-olok Bangsa
Menurut politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid, penambahan jumlah menteri dalam kabinet pemerintahan mendatang merupakan tindakan antisipatif untuk kebutuhan hari ini dan masa depan negeri ini.
Artinya, Prabowo dalam hal ini sangat paham dengan anatomi Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, suku serta bahasa dan lain sebagainya.