Hal ini dinilai sebagai merupakan tindakan yang memperhatikan kebutuhan bangsa.
Tindakan tersebut merupakan tindakan agar pemerintah bisa fokus pada bidang masing-masing melihat begitu besar dan luasnya bangsa Indonesia sehingga pemecahan itu merupakan tindakan antisipatif agar lebih bisa fokus melayani masyarakat.
Rencana ini menurut Burhanuddin Abdullah mencerminkan pendekatan mengatasi tantangan yang kompleks di Indonesia, termasuk masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dengan memecah kementerian yang ada, mereka berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan kebijakan publik.
Baca Juga: Video Komeng Mode Serius Viral, Netizen Terkagum-Kagum Hingga Sebut Lebih Bagus dari Fufufafa
Pembentukan kabinet yang besar dengan banyak kementerian dapat memberikan kesempatan bagi lebih banyak individu untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, Burhanudin Abdullah menyebutkan bahwa 'penggemukan' kementrian disini bukanlah ajang bagi-bagi kursi karena menurutnya, untuk berbagi kursi tidak harus dalam kementrian namun lebih ke arah kebutuhan bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bukan Karena Nurul Ghufron, PDIP Jelaskan Alasan Tia Rahmania Dipecat dan Gagal Dilantik Jadi Anggota DPR RI
DPC Demokrat Jember Minta Bawaslu dan Pemkab Jember Segera Turunkan Citra Diri Petahana di Masa Kampanye
Gara-Gara Hal Sepele, Ibu Muda di Medan Tega Aniaya Anak Kandungnya Sendiri Menggunakan Ikat Pinggang, Nasibnya Kini...
Terbongkar Sosok Mafia Skincare, Apa Saja Nama Perusahaan Milik Heni Sagara? Mulai Kosmetik Sampai Apotek
Puan Maharani Angkat Suara Dipecatnya Tia Rahmania dari PDIP hingga Gagal Jadi Anggota DPR RI, Bantah Gara-Gara Kritik Nurul Ghufron?