SketsaNusantara.id - Kasus perundungan yang dialami RE di SMA Bina Nusantara atau Binus School Simprug masih terus jadi perhatian publik, terlebih pelaku salah satunya adalah anak dari politikus.
Kasus ini bahkan telah sampai ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Hukum DPR RI pada hari Selasa, 17 September 2024.
Pada RDP dengan anggota DPR RI, korban perundungan yakni RE mengaku telah menjadi korban perundungan sejak awal masuk sekolah.
Namun, pihak sekolah hanya menampilkan video CCTV yang dinilai menguntungkan Binus School Simprug saat menunjukkan barang bukti di RDP di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta.
Hal tersebut menuai protes dari pihak RE dan kuasa hukum korban pun mempertanyakan kenapa CCTV yang ditampilkan hanya cuplikan-cuplikan dan tak diperlihatkan secara utuh.
Sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Twitter @03_nakula, RE mengaku telah mendapatkan perundungan baik secara verbal maupun perlakuan tidak menyenangkan, intimidasi hingga pelecehan seksual.
Dengan nafas berat sambil menahan tangis, RE mempertanyakan pihak sekolah mencoba menyembunyikan bukti penting dan ada pihak yang berusaha memutar balikkan fakta.
"Saya tahu persis apa yang saya alami, dan sekolah hanya menampilkan beberapa video CCTV yang hanya menguntungkan pihak sekolah dan pelaku saja," ungkap RE di hadapan wartawan di Gedung DPR.
"Siapapun itu ada yang berusaha menghilangkan bukti rekaman CCTV. Ada pihak yang memutar balikkan fakta dan kami para korban hanya dianggap sebagai musuh," tandasnya.
RE mengaku sedari awal dihina secara verbal, dipukuli berulang kali oleh beberapa pelaku dan mendapat dilecehkan di depan umum sejak tahun 2023.