"Nia dikenal sebagai anak mandiri dan tangguh. Meski dari keluarga kurang mampu, ia tidak putus asa untuk tetap bersekolah. Sejak masih duduk di bangku SMP, Nia sudah berjualan gorengan sepulang sekolah," imbuhnya.
"Tahu isi... bakwan..." suara teriakannya yang khas dan sudah dikenal baik oleh penduduk desa. Namun suara itu tak lagi terdengar setelah Nia dikabarkan menghilang hingga akhirnya ditemukan jasadnya ditemukan terkubur dalam kondisi terikat dan tanpa busana," pungkas akun tersebut.
Bahkan diketahui di sekitar TKP banyak gorengan yang berserakan yang seolah menjadi saksi bisu bagaimana perlawanan Nia saat menghadapi bahaya.
Kisah Nia kini masih jadi sorotan publik dan menyayat hati banyak orang. Tak sedikit netizen yang mendesak pihak kepolisian agar segera menemukan pelaku pembunuh Nia yang kabarnya juga jadi korban rudapaksa sebelum dibunuh.
"Sedih banget tiap kali liat berita soal Nia, padahal dia cuma pengen cari rejeki, pengen menyambung hidup, anaknya juga gak neko-neko, tega banget pelakunya harus dihukum mati!" komentar salah satu netizen.
"Nyesek banget bacanya, Nia jualan buat menghidupi keluarga sama nabung buat kuliah. Sumpah pelakunya biadab banget, Semoga cepat tertangkap. Al Fatihah untuk Nia. Surga untukmu, insya Allah husnul khatimah meninggal saat berjuang mencari rezeki halal," imbuh netizen lainnya.
Kasus pembunuhan Nia ini pun masih dalam tahap penyelidikan polisi dari Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman. Kabarnya, pelaku diduga ada sekitar 3 atau 4 pemuda dan kini tengah jadi buronan.
Selain itu, UPTD kabupaten Padang Pariaman bersama dengan KemenPPPA, telah berkoordinasi untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku sehingga keluarga korban mendapatkan keadilan sebagaimana mestinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!