Kamis, 4 Juni 2026

Miris! Ibu Paruh Baya di Jember Jadi Korban Begal, Dilukai di Depan Anaknya

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 September 2024 | 12:10 WIB
Suasana di Puskesmas Kencong saat korban menjalani perawatan intensif. (Dok. SketsaNusantara.id)
Suasana di Puskesmas Kencong saat korban menjalani perawatan intensif. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Aksi begal terjadi di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, pada Selasa 10 September 2024 pukul 19.00 WIB.

Kejadian tersebut menimpa korban seorang ibu berinisial EN (40) di hadapan anaknya.

Mulanya, perempuan paruh baya itu hendak pulang ke rumahnya bersama dengan anak yang baru berumur 7 tahun.

Baca Juga: Problematika ODOL di Jember Rusak Ratusan Akses Jalan, Hendy Siswanto: Masyarakat Perlu Diingatkan

“Jadi saudara saya ini mau pulang dari Kencong ke Jatiagung, lalu dibegal di tengah jalan dan sekarang luka berat,” ujar Kiki saudara EN, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu 11 September 2024.

Berdasarkan keterangan Kiki, saudaranya tersebut EN saat itu tengah mengendarai motor bersama dengan anaknya, kemudian terjadi pembegalan.

“Saat di jalan saudara saya ini bersama anaknya sedang naik motor, terus dibegal. Tapi motor saudara saya tidak diambil pelakunya,” imbuhnya.

Baca Juga: Segera Hadir Wisata Baru di Jember, Agrowisata Heritage Wisata Kampung Belgia

Motor tersebut tidak dibawa karena EN masih mempertahankan kendaraannya dan pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) langsung mengarahkan ke korban.

“Jadi sempat ditahan itu motornya, tapi karena takut banyak orang datang pelaku langsung kabur,” tuturnya.

Akibat insiden penyerangan menggunakan sajam oleh pelaku, korban mengalami luka yang parah sehingga membutuhkan perawatan yang instensif.

Baca Juga: Sidak Proyek Pembangunan di Desa Mrawan Kecamatan Mayang, DPRD Jember Temukan Beberapa Pengerjaan Asal-asalan

“Korban kondisinya parah, ada patah tulang di tangan kiri dan luka di bagian punggung serta bagian lainnya, diameternya bervariasi lukanya,” ungkap Anggun Tri Setiyani, perawat Puskesmas Kecamatan Kencong.

Bila dilihat menurut Anggun, ada banyak bekas sayatan yang ada di tubuh korban dan kini menjalani perawatan intensif karena mengeluarkan banyak darah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X