Teganya pelaku menyiksa korban yang merupakan akan yatim sejak ayahnya meninggal beberapa tahun lalu. F sendiri merupakan paman dari korban.
Aiptu Akhmad Kahar menjelaskan bahwa pelaku memukuli korban karena kesal keponakannya itu diduga mengambil uang milik neneknya.
"Motif kekerasan terhadap anak ini berawal saat pelaku yang merupakan paman dari S ini mengetahui keponakannya diduga mengambil uang neneknya yang merupakan ibu dari F," kata Aiptu Akhmad Kahar kepada wartawan hari Selasa, 10 September 2024.
Pelaku kini telah ditangkap, sedangkan korban didatangi Dinas Sosial untuk mendapatkan pendampingan psikologis setelah mengalami kejadian tak menyenangkan.
Menurut pemeriksaan fisik korban diketahui mengalami sejumlah luka memar dan lebam di beberapa bagian tubuhnya setelah mendapat perlakuan kasar yang dilakukan pamannya sendiri
Tak hanya itu korban juga mengalami trauma sehingga perlu mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Sosial dan UPTD Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kasus ini menyita perhatian publik dan sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Warganet menyayangkan tindakan pelaku yang tega menganiaya keponakannya sendiri dan tujuannya memberikan pelajaran terbilang salah besar.
"Padahal bisa dibilangin baik-baik, kenapa harus mukul, sih? sok jagoan juga pamannya itu pakai bawa golok, sekarang kalo ditangkap polisi baru tau rasa," komentar salah satu netizen.
"Anak sampe berani mencuri itu jelas salah, tapi makin salah pula kalo keluarga mengingatkan pake cara kekerasan, apalagi itu anak yatim, gak tega ngelihatnya," imbuh netizen lainnya.
Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pelaku telah diamankan di Polres Bulukumba.
Pelaku juga telah mengakui perbuatannya karena bertindak terlalu keras dan salah dalam memberikan pelajaran pada keponakannya yang diduga sering mengambil uang milik neneknya tanpa izin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!