SketsaNusantara.id - Isu keretakan hubungan Prabowo dan Jokowi telah ditanggapi oleh sejumlah pihak terkait.
Sekjen DPP Partai Gerindra dengan tegas membantah adanya keretakan antara Jokowi dan calon presiden terpilih 2024.
Dalam kata sambutan di Apel Kader Gerindra di Senayan, Jakarta, Sabtu 31 Agustus 2024, Ahmad Muzani menjawab isu tersebut melalui pantun.
“Makan soto Betawi di Kota Bekasi, ditambah opak dari Ibu Lestari. Banyak orang yang berharap Pak Prabowo dan Jokowi katanya sudah pecah kongsi, padahal keduanya sibuk membangun negeri,” kata Muzani.
Prabowo juga menyiratkan akan tetap menugaskan kembali sebagian anggota kabinet di masa Jokowi dan menegaskan akan melanjutkan estafet kepemimpinan.
Di sisi lain, Pengamat Politik Rocky Gerung menanggapi tentang respons Prabowo yang menegaskan hubungannya dengan Jokowi yang baik-baik saja.
Menurut Rocky, Prabowo adalah orang yang memahami Etika Politik, sehingga akan tidak masuk akal jika ada keretakan.
"Pak Prabowo mengerti tentang etika politik. Yaitu bahwa dari awal Prabowo menyebutkan secara eksplisit buat dia adalah kelanjutan dari Pak Jokowi. Tentu tidak masuk akal kalau orang yang menganggap ada keretakan akan dibenarkan oleh Pak Jokowi, 'kan nggak mungkin itu," ujar Rocky, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung official yang diunggah 1 September 2024.
Namun, Rocky juga mengingatkan tentang adanya Kebudayaan Politik Jawa sebagai konteks dari pernyataan Prabowo mengenai hubungannya dengan Jokowi.
Dalam konteks kebudayaan itu, akan sangat berbahaya jika menyisakan jarak.
"Tapi kita harus dalami juga apa yang disebut sebagai Kebudayaan Jawa, Kebudayaan Politik Jawa, yaitu kalau kita ingin melekatkan diri, masih ada jarak, itu berbahaya. Jadi, sebaiknya melekatkan diri sepenuhnya. Itu prinsipnya. Supaya tidak ada ujian etis terhadap seorang pemimpin," lanjut Rocky.