SketsaNusantara.id - Masyarakat pendukung Anies Baswedan akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dengan diusung oleh PDIP harus menelan pil pahit.
Hal itu karena ternyata akhirnya Rano Karno tidak bersama Anies Baswedan ketika mendaftar ke KPU, namun bersama soosk yang lain yakni Pramono Anung.
Dan sosok ini membongkar siapa tokoh yang telah menjegal Anies Baswedan maju Pilgub dengan PDIP sebagai partai pengusung.
Seperti dilansir SketsaNsuantara.id dari kanal YouTube Hersubeno Point bahwa pencalonan secara organisasi di PDIP merupakan domain atau wewenang dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sinyal bahwa Anies Baswedan akan diusung oleh PDIP menguat menyusul jauh sebelum akhirnya Mahkamah Konstitusi memutuskan PDIP bisa maju pada Pilkada.
Namun akhirnya kini Anies Baswedan terjegal dan namanya tak diumumkan sebagai calon gubernur DKI Jakarta bersama dengan Rano Karno karena konon akibat dari penjegalan yang dilakukan oleh Sandiaga Uno.
Menparekraf Sandiaga Uno kita ketahui merupakan mantan partner Pilkada Anies Baswedan pada tahun 2017 kini disebut-sebut sebagai seseorang yang telah bergerilya untuk mengagalkan pencalonan Anies.
Menurut Hersubeno, Sandiaga Uno diketahui telah bergerilya kepada PKS untuk memberi ide dan gagasannya.
Namun meski demikian, Sandiaga Uno juga tak menerima jika dirinya disebut sedang melakuakn pembegalan terhadap pencapaian Anies Baswedan saat ini.
Rupanya apa yang disampaikan oleh Hersubeno ini merupakan hasil kesimpulan ketika ia mewawancarai Sudirman Said yang merupakan tim 8 yang menggodok pencalonan Anies Baswedan.
Sudirman Said saat itu menjelaskan bahwa ada salah satu pejabat negara yang diduga kuat sebagai Sandiaga Uno yang telah bergerilya berkeliling kepada sejumlah pihak untuk mengatakan bahwa Anies Baswedan akan terkena perkara hukum.