Belum diketahui pasti kapan peristiwa itu terjadi. Namun, jika mendengar penjelasan pria dalam video diduga lokasinya ada di wilayah Sumatera Utara.
Video tersebut sontak mengundang beragam reaksi netizen dan tak sedikit warganet yang merasa geram.
Pasalnya, akhir-akhir ini keluarga Jokowi tengah menjadi sorotan publik usai Erina Gudono dan Kaesang Pangarep ketahuan naik jet pribadi di tengah konflik Pilkada 2024.
Kini, beredar pula video korlap minta dukungan Bobby Nasution dan dianggap melanggengkan dinasti politik Jokowi.
Hal ini pun menimbulkan spekulasi publik bahwa ada permainan uang untuk memenangkan menantu Jokowi di Pilgub Sumut, bahkan sudah mulai curi start padahal kontestasi pilkada belum dimulai.
Warganet juga menyayangkan pemimpin jemaah pengajian yang harusnya bisa menjadi tauladan, malah melakukan pelanggaran demi memenangkan salah satu calon dan merusak demokrasi di tanah air.
"Astaghfirullah, kenapa orang yang ngerti agama malah bagi-bagi amplop, semua orang punya pilihan beda-beda, tapi gak menyalahkan orang-orang yang hadir karena itulah masyarakat Indonesia yang langsung nurut kalo dikasih duit," komentar salah satu netizen.
"Apakah aslinya memang seperti ini wajah demokrasi di republik ini? Uang dan hadiah menjadi alat paling ampuh untuk membeli suara. Padahal yang seperti inilah yang menjadi penyebab kurangnya penegakan hukum dan korupsi merajalela. Menyedihkan," komentar netizen lainnya.
"Gercep banget mantunya Mulyono belum mulai kampanye udah cari dukungan, sekarang pemimpin jemaah dirangkul suruh menangin dia di Pilkada Sumut. Miris, kalo ekonomi masyarakat bagus, pasti gak bakal mempan money politic, ini gara-gara jokowi!" timpal netizen lainnya.
Sementara itu, video ini kabarnya sudah dilaporkan pada Badan Pengawas Pemilu atay Bawaslu Sumatera Utara.
Saut Boangmanalu selaku Koordinator Divisi Humas Bawaslu Sumatera Utara menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait video soal bagi-bagi amplop yang beredar di media sosial.