SketsaNusantara.id - Aksi demonstrasi atau unjuk rasa terus dilakukan masyarakat untuk menolak Revisi UU Pilkada dan mengawal Putusan MK.
Seperti yang terjadi baru-baru ini, ribuan massa Mahasiswa dan aktivis menggelar aksi "Jateng Bergerak" pada hari Senin 26 Agustus 2024 di Semarang, Jawa Tengah.
Namun, aksi unjuk rasa makin ricuh, bahkan anak-anak ikut jadi korban.
Kabar ini disampaikan oleh akun Twitter @Jateng_twit yang menggambarkan suasana kericuhan saat aksi 'Jateng Bergerak' di depan Balai Kota Semarang.
Awalnya demo berjalan damai, namun karena adanya gesekan antara demonstran dengan polisi akhirnya terjadi saling dorong dan suasana makin memanas.
Dalam video yang beredar di media sosial, tampak beberapa polisi melakukan tindakan represif hingga dikeluarkan gas air mata di lokasi kejadian.
Akibatnya, mahasiswa dan demonstran lainnya melarikan diri. Terpantau ada mahasiswa yang berlindung di dalam Mall Paragon karena beberapa di antaranya mengalami sesak nafas akibat serangan gas air mata.
Parahnya, anak-anak ikut menjadi korban yang ikut terkena serangan gas air mata saat sedang mengikuti kegiatan belajar mengaji di TPQ Masjid At-Taqwa Sekayu yang jaraknya sekitar 650 meter atau 3 menit dari lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SketsaNusantara.id dari postingan Instagram @hyujichi yang saat itu berada di lokasi, dilaporkan sejumlah anak-anak TPQ Masjid At-Taqwa tak sadarkan diri.
Selain itu, akun @heulaahue juga melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan pada para demonstran hibgga ada beberapa terluka karena kena pukul polisi.
Akun @NeverLonely melaporkan adanya salah satu demonstran yang terluka parah pada bagian kaki usai terkena tembakan peluru karet dari polisi. Bahkan, demonstran wanita pun ikut diintimidasi aparat kepolisian yang berjaga sekitar di Balai Kota Semarang.