Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI itu menyebut Raja Jawa secara politik tidak ada, namun hanya ada secara kultural.
"Secara kultural, Raja Jawa itu masih ada, tapi secara politik sudah tidak ada lagi," cuit Mahfud MD sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @mohmahfudmd yang diunggah pada hari Minggu, 25 Agustus 2024.
"Misalnya Sultan Hamengku Buwono X yang bagi sebagian rakyat masih disebut raja, tapi hanya sebagai raja kultural pemelihara budaya Jawa," imbuhnya.
Mahfud MD kemudian mengutarakan soal kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta yang dinilai merakyat dan tidak bengis sehingga jauh dari kesan menakutkan.
"Namun Sultan HB ini orangnya tidak bengis dan beliau juga tidak menakutkan, malah sebaliknya Sang Raja ini santun dan merakyat," pungkasnya.
Pernyataan Mahfud MD di Twitter ini seketika menuai beragam reaksi dari netizen. Belum jelas apakah cuitan tersebut menyindir kepemimpinan Jokowi.
Warganet juga ramai menyebut Raja Jawa adalah Mulyono alias Jokowi dan mengaitkannya dengan kepemimpinannya saat ini yang terbilang culas, bengis, dan tega membuat rakyat menderita demi kepentingan pribadi untuk mempertahankan dinasti dalam pemerintahan.
"Prof Mahfud, kalau Raja Jawa yang satu ini justru kebalikannya Sultan HB," komentar akun @arland_wilmann dengan mengunggah animasi Jokowi dengan Bahlil.
Komentar tersebut langsung mendapat respon dari Mahfud MD dan dibalas dengan emoji tertawa.
"Sultan HB X adalah sosok raja kultural yang penuh kasih dan merakyat. Beliau melestarikan budaya Jawa dengan penuh kesantunan dan kepedulian terhadap wilayahnya, beda dengan sosok yang kini disebut-sebut Mulyono oleh warganet," komentar akun @esha8788.
"Prof.Mahfud sedang memasak. Raja Jawa yang dimaksud Bahlil itu Mulyono yang kini sedang mengatur dinasti politik. Raja Jawa yang mengatur agar anak-anaknya berkuasa lewat jalur politik itu ternyata lebih jahat, bengis dan kejam. Dia membuat rakyat menderita dengan cara mengutak atik aturan dan hukum seenaknya. Saat raja kultural memelihara tatanan sosial yang ada, Raja politik merusak tatanan dan melanggar peraturan yang ada untuk mengatur singgasana dinasti Mulyono," sindir akun @AbbiebSyah.