SketsaNusantara.id - Kantor DPRD Kabupaten Majene menjadi saksi bisu dari kericuhan hebat yang pecah saat demonstrasi mahasiswa berubah menjadi aksi anarkis.
Awalnya demonstrasi mahasiswa ini berlangsung damai, protes ini tiba-tiba memanas, dan dalam hitungan detik, suasana mencekam menyelimuti gedung wakil rakyat tersebut.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @kawitah79, sebuah video berdurasi 23 detik yang menangkap momen dramatis di Kantor DPRD Majene itu kini tengah viral di media sosial, menarik perhatian dan kecaman dari berbagai kalangan.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana massa mahasiswa yang marah melampiaskan kekesalan mereka dengan merusak berbagai fasilitas di ruang sidang paripurna DPRD Majene.
Kaca meja dan jendela menjadi korban amukan mereka, sementara teriakan penuh kemarahan memenuhi ruangan.
Insiden ini terjadi ketika mahasiswa yang mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Pilkada memaksa masuk untuk bertemu pimpinan dewan.
Wakil Ketua DPRD Majene, M Idwar, yang akhirnya menemui para demonstran, mencoba menenangkan massa dengan menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan terkait tuntutan mereka.
Namun, penjelasan ini justru menyulut kemarahan lebih besar. Massa yang kecewa kemudian mulai merusak kursi, meja, dan memecahkan kaca sebagai bentuk protes.
Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadri, mengonfirmasi kejadian ini dan mengakui bahwa situasi menjadi tak terkendali saat massa merasa tidak puas dengan jawaban dari wakil ketua DPRD.
Upaya polisi untuk menenangkan massa sempat terhambat karena banyaknya jumlah demonstran yang mendesak masuk, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.