SketsaNusantara.id - Gejolak aksi unjuk rasa besar-besaran yang memprotes revisi RUU Pilkada terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis 22 Agustus 2024.
Berbagai elemen mulai dari mahasiswa hingga kelompok buruh menyampaikan kritikan di jalanan atas campur tangan DPR pada RUU Pilkada dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Di tengah gejolak protes di jalanan dan media sosial (medsos), beredar sebuah narasi yang ditujukan kepada para pendukung dan loyalis Prabowo Subianto.
Baca Juga: 5 Poin Penting Orasi Reza Rahadian Saat Ikut Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Nomor 4 Paling Disorot
Pesan singkat tersebut menyebar melalui grup-grup WhatsApp dan berisi sejumlah kesimpulan tentang aksi unjuk rasa terkait protes RUU Pilkada.
Dilansir SketsaNusantara.id, pesan tersebut mengatasnamakan dari biro khusus analisis, tapi tidak jelas dari lembaga apa.
Isi pesan tersebut mengklaim adanya agenda-agenda jahat terselubung yang dibalut dalam skema pergerakan mengatasnamakan gerakan rakyat.
Berikut ini isi seruan dari pesan yang beredar:
"Mencermati perseteruan antara MK vs Baleg DPR yang lalu menimbulkan reaksi dari kalangan aktivis kiri dan kanan dengan menggerakan junior-junior mereka dari civitas akademika berbagai perguruan tinggi maka kami menyimpulkan:
1. Perseteruan antara MK vs DPR pada dasarnya adalah sebuah dinamika POLITIK dalam rangka mencari bentuk dan sistem PEMERINTAHAN yang lebih ideal.
2. Baik perseteruan antara MK dengan DPR ini dimenangkan oleh pihak manapun tidaklah berPENGARUH banyak pada posisi Bapak Prabowo Subianto beserta jajaran partainya Gerindra.
3. Adanya upaya beberapa pihak yang hendak "memancing di air keruh" dalam masalah perseteruan MK vs DPR ini.