Dalam konteks ini, GMNI Jember dengan tegas menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPR RI dan Presiden Jokowi. Mereka menganggap bahwa DPR RI, yang seharusnya menjadi perwakilan rakyat, kini telah menjadi alat kekuasaan untuk melegitimasi tindakan-tindakan yang merusak demokrasi.
GMNI Jember juga menuntut agar Presiden Jokowi dan DPR RI menghormati putusan MK yang seharusnya menjadi penjamin kedaulatan rakyat.
Lebih dari sekadar menyampaikan kritik, GMNI Jember juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember dan seluruh Indonesia untuk bersatu dalam mengawal demokrasi dan konstitusi.
Mereka mengajak semua pihak untuk tidak tinggal diam melihat keadilan diinjak-injak dan demokrasi dikhianati.
Bagi GMNI Jember, perjuangan ini bukan hanya tentang menentang penguasa, tetapi tentang menjaga semangat kemerdekaan dan cita-cita bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
GMNI Jember percaya bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika kesadaran kolektif tumbuh di tengah masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak mereka, dan inilah saatnya bagi rakyat Indonesia untuk bangkit melawan tirani kekuasaan yang mencoba membelenggu mereka.
Dengan semangat juang yang tak pernah pudar, GMNI Jember terus berdiri di garis depan perjuangan, memastikan bahwa demokrasi tetap hidup di Indonesia. Karena bagi mereka, keadilan dan kebenaran adalah fondasi dari segala bentuk kehidupan bernegara yang sejati.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!