news

Cuitan Anies Baswedan Jadi Sorotan Warganet, Pesimis Dapatkan Tiket Maju dalam Pilihan Gubernur DKI Jakarta 2024?

Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:12 WIB
Momen Anies Baswedan sedang berziarah di TPU Rorotan (Instagram/@aniesbaswedan)

SketsaNusantara.id - Cuitan terbaru Anies Baswedan ramai menjadi sorotan warganet.

Banyak netizen yang menduga cuitan Anies Baswedan itu merupakan suaranya yang diduga gagal maju dalam pilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2024.

Seperti diketahui bahwa PKS, NasDem dan PKB menyatakan dukungan untuk pasangan Ridwan Kamil dan Suswono, sementara Anies Baswedan sendiri sudah tak bisa maju secara independen karena masa pendaftaran telah berakhir.

Baca Juga: Plot Twist Pilkada 2024: Nasib Anies Baswedan dan PDIP di Pilkada Jakarta hingga Pupusnya Harapan Kaesang Pangarep

Sementara itu, MK membacakan putusannya hari ini di Gedung Mahkamah Konstitusi ini terkait syarat usia pencalonan gubernur di Pilkada 2024.

Dalam putusannya, MK menolak gugatan pengubahan syarat usia minimum seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Pilkada.

Selain itu, putusan MK tersebut bisa menjadi peluang terakhir bagi Anies Baswedan untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2024.

Baca Juga: Viral 3 Nama Kader PDIP Calon Pasangan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Duet Abah-Rano Karno Mencuat, Mungkinkah?

Dengan dikabulkannya sebagian gugatan Partai Buruh dan Partai Gelora dalam putusan MK, Anies Baswedan punya peluang baru di Pilkada Jakarta bersama PDIP.

Dalam kesempatan lain, Said Abdullah selaku ketua PDI Perjuangan juga sempat mengungkapkan, jika berpeluang, maka partainya akan mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.

Dilansir SketsaNusantara.id melalui cuitan di akun X pribadinya @aniesbaswedan, Anies Baswedan Ia menyebutkan kutipan dari Bung Hatta dan Bung Karno.

Baca Juga: Agus Gumiwang Tak Lolos Verifikasi, Bahlil Lahadalia Menang Aklamasi Sebagai Calon Tunggal Ketum Golkar

Kutipan yang ditulisnya ini sebenarnya adalah kutipan dari Rene de Clercq yang kemudian dikutip kembali oleh Bung Hatta.

"“Hanya ada satu negeri yang menjadi negeriku. Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku.” -Rene de Clercq, dikutip oleh Bung Hatta dalam pledoinya di Den Haag tahun 1928," tulisnya.

Halaman:

Tags

Terkini