Menurutnya semua ini tak pernah dilakukan oleh Airlangga, dimana management partai masih tertutup sehingga kala itu Ridwan Hisjam sudah meminta Airlangga mundur jika tak bisa melaksanakan.
"Sudah hampir lima tahun selesai, rapat fraksi pleno itu baru satu kali," ujar Ridwan Hisjam menunjukkan kesalahan Airlangga.
"Padahal Ketua Umum sebelumnya, setiap kita mau turun ke lapangan reses akan bertemu Ketua Umum lama sehingga aspirasi tersampaikan kebijakan partai, tapi ini tak dilakukan," tambahnya.
Lebih jauh Ridwan Hisjam menyebutkan bahwa kesuksesan Golkar pada Pemilu 2024 bukanlah karena Airlangga Hartarto namun karena pengaruh Prabowo-Gibran yang menang Pemilu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!