news

Tak Ada Paksaan! Ridwan Hisjam Sebut Airlangga Sudah Seharusnya Mundur dari Ketua Umum Golkar Sejak Dulu, Ternyata Karena Alasan Krusial Ini...

Selasa, 13 Agustus 2024 | 14:30 WIB
Airlangga Hartarto, Ketum Golkar yang batu saja mengundurkan diri (Instagram @airlanggahartarto_official)

 

SketsaNusantara.id - Ridwan Hisjam sebut Airlangga Hartarto sudah seharusnya mundur sejak setahun yang lalu dan suksesnya Golkar bukan karena kepemimpinannya namun imbas dari kemenangan Prabowo-Gibran.

Menjadi pertanyaan besar bagi banyak kalangan ketika Airlangga Hartarto yang dianggap telah mampu membawa Golkar menjadi lebih maju namun justru ia mundur sebagai Ketua Umum.

Secara logika, keberhasilannya tentu membuat kedudukan Airlangga Hartarto semakin kuat dalam memimpin Golkar, namun justru ia memilih mundur.

Baca Juga: Viral di X Susunan Plt hingga Ketum Golkar Pengganti Airlangga, Nama Gibran, Bahlil Lahadalia dan Agus Gumiwang Masuk?

Sehingga jika dilihat langkah mundur Airlangga Hartarto merupakan langkah yang kontradiktif, seperti dilansir Sketsa Nusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV.

Peneliti politik BRIN, Siti Zuhro menyebut langkah yang diambil Airlangga Hartarto yang kontradiktif ini disebut sebagai sebuah kemungkinan titik kulminasi perjalanan Airlangga Hartarto di dalam partai Golkar.

Dalam pernyataannya, Airlangga mengatakan kemundurannya dari Ketua Umum Golkar agar transisi pemerintahanan berjalan mulus, namun kemundurannya menjelang Pilkada 2024 tetap saja mengguncang publik.

Baca Juga: Profil 2 Calon Kuat Ketum Golkar Pengganti Airlangga Hartarto, Menteri Aktif di Kabinet Jokowi-Ma'aruf Amin?

Sedangkan menurut Ridwan Hisjam, anggota Dewan Pakar Partai Golkar menyebutkan mundurnya Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar memang sudah seharusnya.

Menurutnya, Airlangga selama ini tidak ada yang mendesak mundur, justru Ridwan Hisjam sudah meminta Airlangga mundur dari Ketua Umum Golkar sudah sejak setahun yang lalu.

"Sudah setahun yang lalu saya minta dia mundur," ujar Ridwan Hisjam.

"Sebabnya karena ia tidak bisa melaksanakan Golkar baru dengan paradigma barunya itu, dia tak bisa melaksanakan," tambahnya.

Baca Juga: Airlangga Mengundurkan Diri dari Ketum Golkar, Inilah Dua Nama yang Disebut Calon Kuat Penggantinya

Menurut Ridwan Hisjan, Golkar merupakan partai mandiri yang harus berubah dari zaman orde baru dan memiliki paradigma baru yakni partai yang terbuka, demokratis, memiliki management modern serta mendengar aspirasi dari bawah.

Halaman:

Tags

Terkini