Bahlil sudah hidup mandiri sejak kecil bahkan pernah menyambi kerja sebagai supir angkot saat duduk di bangku SMA.
Masa kecil Bahlil Lahadalia dihabiskan di Maluku hingga ia dan keluarganya pindah ke Fakfak, Papua Barat saat ia lulus SMP.
Sejak muda, mantan anggota Partai Golkar tersebut sudah aktif berorganisasi.
Tercatat, ia pernah memegang jabatan pengutus Senat Mahasiswa hingga jadi bendahara umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Tak hanya itu, Bahlil juga aktif di organisasi HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) hingga ke pengurus pusat.
Bahkan tahun 2015, ia terpilih sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional HIMPI.
Berbekal pengalamannya dalam berorganisasi serta kemandirian yang diasah sejak kecil, Bahlil Lahadalia pun terjun ke dunia bisnis.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs BKPM, kini Bahlil Lahadalia telah memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah naungan PT. Rifa Capital.
Bahlil Lahadalia juga sempat terjun ke politik dan masuk sebagai anggota Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2009.
Walau begitu, tahun 2019 ia terpilih menjadi Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf.
Bahkan sejumlah sumber menyebutkan perusahaan Bahlil Lahadalia menjadi salah satu penyumbang dana politik paling besar untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf.