Penyelamatan memakan waktu cukup lama hingga akhirnya pintu mobil dapat dibuka setelah merusak kaca pada bagian spion.
Saat mobil dibuka, tampak pengemudi sudah dalam kondisi tak sadarkan diri dan dievakuasi petugas untuk segera dilarikan ke Rumah Sakit agar bisa diberikan penanganan medis.
"Kondisi pengemudi sudah tak sadarkan diri dan selanjutnya korban dilarikan ke RS Jantung Harapan Kita," ungkap akun @tmcpoldametro.
Namun, setelah dilakukan penanganan medis, tim dokter Rumah Sakit Jantung Harapan Kita menyebutkan bahwa kondisi pengemudi sudah tak bisa diselamatkan.
"Pengemudi dinyatakan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung," katanya.
"Diketahui juga pengemudi ini ternyata memiliki riwayat penyakit jantung dari rekam medisnya," pungkas akun @tmcpoldametro.
Kejadian ini pun mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Akun Instagram @tmcpoldametro pun dibanjiri komentar netizen. Beberapa warganet mengapresiasi aksi penyelamatan yang dilakukan polisi meski ada mengkritik tindakannya terlalu lama dilakukan hingga korban tak bisa diselamatkan.
"Harusnya petugas PJR (Patroli Jalan Raya) dilengkapi dengan peralatan penyelamatan seperti pemecah kaca, mungkin pengemudi mobil masih bisa diselamatkan, atau ada pelatihan CPR sebagai pertolongan pertama," komentar akun @aa.taufiq
"Miris banget polisi udah berusaha pecahkan kaca jendela dikritik harus begini, harus begitu, ini kan namanya musibah gak ada yang tau, mungkin aja memang sudah takdirnya pengemudi meninggal sebelum ditemukan polisi. Aneh, polisi mau nolong orang kok masih dicari-cari kesalahan, mending doakan bapak yang meninggak itu semoga husnul khatimah," imbuh akun @hey_zahraa.***