SketsaNusantara.id - Beberapa waktu lalu Megawati Soekarnoputri menyebut bahwa hubungannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baik-baik saja.
Pernyataan tersebut disampaikan saat acara penyerahan duplikat bendera pusaka ke kepala daerah seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin 5 Agustus 2024.
"Saya sama Presiden baik-baik saja. Emangnya kenapa?" ujar Megawati.
Baca Juga: Jokowi dan Semua Menteri Siap Sidang Kabinet di IKN, Prabowo Pastikan Hadir
Rumor tentang konflik antara Megawati dan Jokowi sempat menyebar ketika disebutkan ada isu wacana presiden 3 periode.
Menurut Megawati, hal itu adalah ranah konstitusi yakni Hukum Tata Negara, di mana aturan pembatasan masa jabatan presiden selama 2 periode masih berlaku.
Pengamat Politik, Rocky Gerung juga berpendapat bahwa tidak ada dendam pribadi antara kedua tokoh tersebut.
Baca Juga: Jokowi Akan Uji Coba Trem Otonom di IKN Senin Depan, Ini Rute Operasionalnya
Salah satu pendiri Setara Institute yang pernah mengajar di Universitas Indonesia itu menyoroti adanya persaingan pemikiran antara Megawati dan Jokowi.
"Kita musti melihat persepsi persaingan pikiran, antara seseorang yang ngerti konstitusi dan seseorang yang ingin membatalkan perintah konstitusi," ujar Rocky, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube Rocky Gerung Official yang diunggah 6 Agustus 2024.
Menurut Rocky, Megawati sedari awal konsisten untuk menghalangi rencana perpanjangan kekuasaan Jokowi.
Ketua PDIP juga mengingatkan bahwa kekuasaan selalu bisa berakhir.
Ada 2 kegagalan Jokowi yang jadi sorotan Megawati menurut penuturan Rocky.