SketsaNusantara.id - Jalanan Jember tampak basah setelah hujan deras menyambut pembukaan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024.
Di balik gemerlap karnaval, ada kisah inspiratif dari belasan pelajar yang dengan telaten memungut sampah di sepanjang rute acara.
Dina Putu Ayu Kristiyanti, Guru Biologi SMK Santo Paulus Jember, menjelaskan bahwa timnya telah hadir sejak siang.
Baca Juga: JFC 2024 Aman, Pemkab Jember Siapkan 2 Armada Damkar hingga Beri Imbauan Cegah Kebakaran
"Kami nonton, baru berkeliling," tuturnya pada SketsaNusantara.id.
Sambil menyodorkan karung sampah kepada penonton, mereka mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Kegiatan ini telah menjadi rutinitas sejak 2016, khususnya setiap ada acara besar seperti JFC.
Dina menekankan bahwa tindakan mereka bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih sadar lingkungan.
"Kami sengaja bertemu dengan penonton agar mereka sadar dan tidak membuang sampah sembarangan," tegasnya.
Dia percaya bahwa pencegahan lebih efektif daripada membersihkan setelah acara selesai.
Namun, di tengah usaha mereka, masalah fasilitas publik menjadi sorotan.
"Di sepanjang jalan ini hanya ada dua tempat sampah, tapi kosong," ungkap Dina.
Baca Juga: Semangat Tak Terbendung di Bawah Hujan Deras, JFC 2024 Tetap Tampil Meriah dan Memukau