SketsaNusantara.id - Beredar video yang menarasikan sejarah pendirian GP (Gerakan Pemuda) Ansor yang dipimpin oleh habib dan syarifah.
Dari potongan video tersebut, terlihat keterangan acara bertajuk "Bakauheni Bersholawat" menampilkan sosok pembicara.
Sosok pembicara itu menyebutkan tentang seorang Habib Husein bin Thahir di Jombang yang menyarankan Kyai Hasyim Asy'ari agar membentuk qonun di Bangil.
Menurut penuturan sang pembicara, mereka berdua berangkat ke Bangil menemui Habib Abdullah bin Ali Al Haddad.
Disebutkan pula bahwa Habib Abdullah bin Ali Al Haddad itu merupakan guru dari Syaikhuna Kholil Bangkalan.
Bahkan, setelah Nahdlatul Ulama (NU) dibentuk atas pertemuan tersebut, lalu Ansor pun didirikan oleh habib dan syarifah.
Baca Juga: Alasan M. Syarbani Haira Mundur Sebagai Katib Syuriah PBNU, Imbas Konflik NU dengan PKB?
"Setelah membuat qonun, terjadilah deklarasi 1912, terbentuklah Nahdlatul Ulama dan kemudian pertama kali membentuk Ansor di Pasuruan, dipimpin oleh seluruh habaib dan syarifah, yang menjadi muslimat pada saat itu," ujar sang pembicara, dikutip SketsaNusantara dari video kanal Youtube Benteng Nusantara yang diunggah pada 2 Agustus 2024.
Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 14.000 kali.
Baca Juga: Isi Sejarah NU yang Dibelokkan Buku-Buku Pelajaran, Gus Yahya: Tiba-Tiba Ada Narasi Baru
Lalu, bagaimana sejarah pembentukan GP Ansor sebenarnya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, GP Ansor dilahirkan dari rahim NU sebagai jawaban atas persoalan internal dan kebutuhan zaman.
Mulanya adalah perbedaan pendapat antara tokoh tradisional dan modern di dalam Nahdatul Wathan (NW) saat era Kolonialisme Belanda.