SketsaNusantara.id- Menjadi mediator dalam konflik warga dan SMP Kristen Petra 2 Surabaya, ini yang dikatakan oleh Cak Muji.
Cak Muji diketahui menjadi penengah dalam duduk perkara yang terjadi antara warga dan salah satu sekolah di Surabaya.
Warga dan sekolah tersebut berada di wilayah Manyar Tirtosari. Konflik berawal dari ketidakcocokan tentang uang iuran.
Awalnya, SMP Kristen Petra 2 Surabaya membayar iuran keamanan kepada warga yang terdiri dari empat RW.
Masing-masing empat RW itu mendapatkan jatah iuran keamanan sebesar Rp 25 juta rupiah. Namun mereka diketahui menaikkan harga.
Kenaikan harga selanjutnya adalah Rp 32 juta. Saat itu, SMP Kristen Petra 2 Surabaya masih mau membayar.
Namun ketika warga mulai menaikkan harga iuran menjadi Rp 35 juta. Di sana lah konflik mulai terjadi.
Apalagi warga terus mendorong sekolah untuk membayar dengan jumlah terbaru. Lantaran mereka merasa dirugikan terutama terkait polusi udara hingga AMDAL.
"Awalnya iuran keamanan Rp25 juta per bulan naik jadi Rp32 juta dan Petra masih mau bayar. Ini ada kenaikan lagi jadi Rp35 juta, akhirnya keberatan," ujar Cak Muji dalam YouTube Armuji pada 30 Juli 2024.
Mediasi pun dilakukan, namun suasana semakin panas ketika tetap tidak ada kecocokan antara warga dan SMP Kristen Petra 2 Surabaya.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif. Akhirnya Cak Muji mulai angkat bicara dengan menegaskan beberapa hal kepada kedua belah pihak.