"Lalu, hasil saringan digunakan sebanyak 10% dengan perbandingan 1:1 antara adjuvan dan pestisida, masing-masing 750 mililiter dalam 15 liter air. Campuran ini kemudian disemprotkan pada tanaman setiap dua minggu sekali,” jelas Inneke.
Menanggapi inovasi yang dihasilkan anak didiknya, Ankardiansyah Pandu Pradana, Dosen Fakultas Pertanian UNEJ, selaku pembimbing tim menjelaskan Adjuvan Organik digunakan untuk meningkatkan efektivitas pestisida nabati yang digunakan oleh mitra mereka.
“Program ini memberikan banyak manfaat bagi Kelompok Harapan Tani,” jelas Ankardiansyah.
Sementara itu, salah satu perwakilan dari kelompok tani, Lukman mengungkapkan program ini sangat bermanfaat
"Dengan penambahan sprinkler, lampu, dan sensor-sensor yang dirangkai dalam satu sistem automatisasi dapat sangat membantu kami,” ungkapnya.
Baca Juga: Pembahasan APBD Perubahan 2024 Bakal Molor, DPRD Jember Berikan Penjelasan
Ia juga menambahkan, pengaplikasian Adjuvan Organik memberikan dampak nyata dengan mengurangi jumlah hama, terutama Aphids, pada tanaman cabai hingga kurang lebih 30%.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!