SketsaNusantara.id - Bertempat di Pendopo Pakbima Desa Talaga, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, PPK Nonggunong mengundang PPS dan Pantarlih untuk melakukan evaluasi tahapan coklit pada Kamis, 18 Juli 2024.
Ketua PPK Nonggunong Tsabit Hasan menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan monitoring progress pelaksanaan coklit data pemilih oleh 40 petugas Pantarlih yang tersebar di 8 desa se-Kecamatan Nonggunong.
Di antaranya yakni PPS Desa Nonggunong (4 Pantarlih), PPS Desa Rosong (4 Pantarlih), PPS Desa Talaga (5 Pantarlih).
Baca Juga: Netralitas ASN, Bawaslu Kabupaten Mojokerto Tangani Laporan Dua Kepala Dinas
Lalu PPS Desa Talaga (5 Pantarlih), PPS Desa Sokarame Paseser (9 Pantarlih), PPS Sokarame Timur (5 Pantarlih), PPS Desa Sonok (9 Pantarlih).
Kemudian PPS Desa Somber (2 Pantarlih) dan PPS Desa Tanah Merah (2 Pantarlih).
"Untuk Kecamatan Nonggunong sudah memasuki minggu keempat dan di aplikasi E-Coklit sudah 100% dan siap untuk menyetorkan laporan akhir coklit,” urai Tsabit dikutip SketsaNusantara.id dari laman kab-sumenep.kpu.go.id.
Selanjutnya ditegaskan oleh Tsabit Hasan, bahwa agenda coklit pemutakhiran data pemilih diagendakan 24 Juni hingga 24 Juli 2024 dan pada Kamis, 18 Juli memasuki minggu keempat pelaksanaan coklit sehingga progress penyelesaian coklit harus terus dipantau.
"Tujuan kami mengumpulkan semua Pantarlih untuk melakukan evaluasi dan sharing tentang kendala yang dihadapi di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, PPK Divisi Data Ahmad Faruq Fanza dalam arahannya berharap agar pelaksanaan coklit dapat diselesaikan sebelum waktu berakhir.
Baca Juga: Rumahnya Didatangi Pantarlih, Bupati Hendy Siswanto Optimistis Pemilih Jember Capai 75 Persen Lebih
Sehingga, sambung dia, hasil pelaksanaan pemutakhiran data dapat segera dilaporkan kepada KPU Kabupaten Sumenep dan melanjutkan agenda Pilgub Jawa Timur juga Pilbup Sumenep sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan.
Beberapa persoalan yang dihadapi Pantarlih di lapangan, misalnya pemilih ganda, tidak menemui seseorang saat hendak mencoklit di rumah warga, bahkan ada yang tidak mau dipasang stiker di rumahnya.***