Sandi juga blak-blakan pernah menyebut adanya ancaman pemberhentian dari atasan ketika aksinya viral saat itu, namun tak digubrisnya. Ia juga bersedia menanggung konsekuensi atas protes yang dilakukannya.
Sandi sempat dicibir hanya cari sensasi, namun akhirnya kasus korupsi itu diadili ke meja hijau dan ditemukan adanya tindakan korupsi yang dilakukan Bendahara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok yang memotong gaji senilai Rp1,3 miliar.
Kini, kasus serupa kembali terjadi. Sandi pun tak gentar menyuarakan aspirasinya.
Ia meminta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok untuk melakukan pemeriksaan alat secara berkala dan terbuka serta transparan dalam menindak lanjuti semua permasalahan, bukannya melakukan pemanggilan sepihak, apalagi melibatkan teman-temannya.
"Para penegak hukum, tolong periksa Bidang Operasional dan Bidang Sarana dan Prasarana Kota Depok Dinas Pemadam Kebakaran, dan saya ingin pemeriksaan tersebut dilakukan terbuka, undang media dan masyarakat," katanya dalam video yang diunggah di akun @brorondm.
"Apabila pejabat (disdamkar) terbukti melakukan penyelewengan, langsung tangkap. Tidak ada pemeriksaan tertutup, semuanya harus terbuka. Kepada masyarakat, saya lebih baik dicap jadi pengkhianat dinas dan kota daripada saya dicap jadi pengkhianat negara, mendukung para koruptor," tandasnya.
Keberanian Sandi pun mendapat acungan jempol dari masyarakat dan banjir dukungan dari netizen.
Warganet mengaku akan mengawal hingga kasus ini ditangani dengan tuntas oleh pemerintah setempat.***