“Terkait Pilkada serentak, semoga terlaksana ADEM, yaitu aman, damai tentrem. Perbedaan preferensi pilihan politik, itu wajar. Namun jangan jadi membenci peserta kontestasi politik hanya karena bukan jagonya. Begitupun, membenci teman atau keluarganya sendiri hanya karena beda memilih calon kepala daerah. Ini saya kira sangat tidak elok karena politik tidak perlu diprovokasi oknum tertentu untuk menjadi sebuah karakter chauvinisme atau fanatisme sempit,” pungkasnya.***