SketsaNusantara.id - Universitas Jember melalui para penelitinya menghibahkan mesin Filter Sinar Ultra Violet (FS-UV) bagi warga Pamekasan untuk mengatasi kesulitan air bersih.
Mesin yang diciptakan para peneliti UNEJ ini dihibahkan kepada Warga Desa Panaguan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan hadir karena keluhan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih.
Desa Panaguan, Pamekasan, merupakan wilayah yang sulit air. Bahkan untuk membuat sumur bor, harus mencapai kedalaman 30 sampai 100 meter.
Dimas B Zahrosa, Ketua Tim Peneliti UNEJ menjelaskan bahwa mesin tersebut diciptakan dan dirakit sendiri agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Metode ini diciptakan dengan metode 3 tabung. Untuk tabung pertama diisi dengan kain kassa, tabung ke dua diisi dengan 5 unsur pasir yaitu pasir silika, pasir mangan, pasir aktif, karbon dan ciolit.
Kemudian untuk tabung ke 3 dilengkapi dengan fitur Ultra Violet untuk memusnahkan bakteri atau kuman dalam air, sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
"Rekayasa mesin ini hasil kolaborasi antar Fakultas, yaitu Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Universitas Jember, Mesin ini kami rancang sesuai kondisi air yang ada di desa ini, hasil pemetaan dan pendugaan potensi air menggunakan uji geolistrik, yang kami peroleh, kadar air yang kami teliti kurang cukup baik kondisinya, oleh karena itu, kami lengkapi selain sebagai filter skala besar, mesin ini kami lengkapi dengan fitur filter UV (Ultra Violet) untuk memusnahkan kuman didalamnya, sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat," kata Dimas.
Baca Juga: Cegah Stunting dari Hulu, Wabup Jember Manfaatkan Momen MPLS SMA di Kencong untuk Sosialisasi
Hal ini disampaikan Dimas B Zahrosa di lokasi instalasi mesin penyaring air pada 17 Juli 2024 yang didampingi 2 rekannya yaitu Saifurridzal, ST. M.Eng. Fakultas Teknik Universitas Jember dan Hasbi Mubarak Suud, S.TP. M.Si. Fakuktas Pertanian Universitas Jember.
Sementara itu, Prof Soetriono, selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember menyatakan bahwa proyek ini merupakan kerja sama antara Universitas Jember dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Permasalahan yang ada di Pamekasan ini berhasil ditemukan dan dipetakan oleh para peneliti UNEJ, hingga kemudian menghasilkan produk mesin FS-UV sebagai bentuk solusinya.
"Proyek Filterisasi ini merupakan Implementasi dari hasil kajian peneliti kami, yang merupakan proyek kolaborasi antara Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, serta kerja sama antara UNEJ dan Balitbang Pemprov Jatim. Tak hanya ini saja proyek yang dilakukan di Pulau Madura ini, ada jagung hybrida, bawang merah di lahan marginal dan pengembangan tanaman kelor," katanya.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat, Sejumlah Harga Bapokting di Jember Naik