Dalam kesempatan tersebut, Prof Soetriono ini menggambarkan tentang kondisi Desa Panaguan. Menurutnya, wilayah di Pamekasan ini merupakan desa tandus. Kondisi masyarakatnya sulit mengolah lahan pertanian, hingga akhirnya dibuatlah alat filterisasi ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
"Saya berharap, program ini berkelanjutan agar masyarakat mendapatkan manfaatnya secara langsung, dan untuk perawatan serta pendampingan, Fakultas Pertanian terus akan berkomitmen untuk kemajuan masyarakat di desa Panaguan khususnya." tutupnya.
Sementara itu, Daud Syamsidin selaku Kepala Desa Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan menyambut baik proyek kerja sama ini.
Menurutnya, proyek filterisasi ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Daud sangat berharap agar proyek kerja sama ini bisa berkelanjutan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dalam keseharian.***
Artikel Terkait
All Eyes On Muhammadiyah! KHM Jember Angkat Suara, Desak PP Muhammadiyah Bersikap Tegas Tolak Tawaran Konsesi Tambang untuk Ormas Kegamaan
Festival Drum Band Bupati Cup 2024 Diikuti Puluhan Sekolah, SMPN 2 Jember Sabet Juara
Hidden Gem Sejak 1963! Nyempil di Jember Demi Nostalgia, Ini Rekomendasi Toko Buku Antik untuk Para Pembaca Setia
Warga Jember Merapat! Tajemtra 2024 Kembali Digelar Memperingati HUT RI ke-79 Berhadiah Ratusan Juta, Begini Cara Pendaftarannya
DPP PPP Berikan Surat Tugas ke Gus Fawait, Bacabup Jember: Kami Diminta Segera Serahkan Nama Cawabupnya
Nikmati Belasan Pelayanan Ini dalam Gelaran Peringatan Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2024 di Jember
Gus Fawait Politisi Santri Mimpi Bangun Jember, Promedia Teknologi Indonesia Tawarkan Skema Strategis