SketsaNusantara.id - Bawaslu Provinsi Jawa Timur bersama Bawaslu Kabupaten Pasuruan lakukan uji petik pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) di kecamatan Tosari, kaki Gunung Bromo pada Kamis, 11 Juli 2024.
Langkah ini dilakukan sebagai evaluasi dan tindakan kritis untuk memastikan proses pencoklitan berjalan sesuai aturan.
Hal ini penting agar Pilkada serentak 2024 yang akan digelar pada November mendatang bisa berjalan dengan tepat dan akurat.
Kecamatan Tosari dipilih menjadi uji petik coklit karena berada di daerah yang sulit dijangkau. Seperti masyarakat adat Tengger Bromo.
Dewita Hayu Shinta, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur menjelaskan pentingnya mengawal dan menjaga hak pilih dalam Pilkada Serentak 2024.
"Kami perlu memastikan bahwa setiap warga yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, terdaftar dan tercoklit dengan benar, terutama di daerah-daerah terpencil di sekitar Gunung Bromo seperti ini, agar tidak ada lagi masyarakat yang terlewatkan hak pilihnya", ujar Sisin sapaan akrabnya seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman pasuruan.bawaslu.go.id.
Baca Juga: Layangkan 9 Surat Perbaikan, Bawaslu Kabupaten Blitar Beberkan Hasil Uji Petik Coklit
Sementara itu, Arie Yoenianto, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, menegaskan kepada pengawas pemilu untuk melakukan tindakan tegas jika ada kesalahan prosedur dalam proses pencoklitan.
"Hasil uji petik ini manakala ditemukan kesalahan prosedur yang TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) maka akan kita tindak dengan tegas, sehingga proses pemilihan berjalan dengan lancar dan transparan," katanya.
Uji petik yang gencar dilakukan pengawas pemilu ini menjadi komitmen lembaga untuk memastikan Pilkada Serentak 2024 berjalan adil dan transparan.
bawasluBaca Juga: Sasar Suku Tengger, Bawaslu Jatim Pantau Uji Petik Coklit di Wilayah Rawan Pelanggaran Administrasi
Sehingga masyarakat bisa percaya dan proses demokrasi berjalan dengan baik.***