Sementara hak untuk mengatur dan menjalankan pemerintahan sepenuhnya berada di tangan Perdana Menteri.
“Presiden Israel itu hanya simbol seremonial belaka, tidak menjalankan roda pemerintahan sehari-hari, Jadi alasan mau berdiskusi soal konflik dengan dia itu menunukkan ketidakpahaman soal struktur pemerintahan Israel,” tulis Gus Nadir.
Baca Juga: Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur
Selain menilai kunjungan tersebut sia-sia, Gus Nadir juga menganggap kelima tokoh NU tidak bisa mempengaruhi kebijakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Seruan damai Sekjen PBB dan Paus Fransiskus saja dicuekin, mereka ini siapa kok merasa bisa mempengaruhi kebijakan Netanyahum,” tulis Gus Nadir lagi.***