news

All Eyes On Muhammadiyah! KHM Jember Angkat Suara, Desak PP Muhammadiyah Bersikap Tegas Tolak Tawaran Konsesi Tambang untuk Ormas Kegamaan

Rabu, 10 Juli 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi kondisi tambang yang bisa merusak lingkungan (Pixabay/ The Digital Artist)

Baca Juga: TOLAK! Dinilai Mengancam Kemaslahatan Umat, Kader Hijau Muhammadiyah Desak Muhammadiyah Tolak Konsesi Tambang Untuk Ormas Keagamaan

"Oleh karena itu, kami dengan tegas menolak rencana ini. Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus tetap konsisten dalam misinya untuk membangun bangsa yang berkelanjutan dan menjauhkan diri dari kemudharatan,"

Dalam petisi ini, mendesak dan berharap agar para pimpinan di Muhammadiyah kembali menjadi teladan dalam menjaga amanah dan berjuang mewujudkan masa depan bangsa. 

Menyikapi polemik konsesi tambang dari pemerintah yang bergejolak dalam internal Muhammadiyah, aktivis Kader Hijau Muhammadiyah, KHM Jember turut angkat suara.

"Untuk organisasi keagamaan kami menjaring anak-anak muda Muhammadiyah yang kecewa terhadap adanya sinyal akan menerima tawaran WIUPK dr pemerintah," jelas Parama Satria Megaviadi, aktivis KHM Jember, saat dikonfirmasi Tim SketsaNusantara.id melalui seluler pada 10 Juli 2024. 

Baca Juga: Apa Arti Simbol Tambang pada Logo NU? Ramai di Media Sosial Meme Berlatar Merah

Menurutnya, sinyal itu terlihat sangat jelas saat PP Muhammadiyah mengadakan sarasehan bertema green mining atau pertambangan ramah lingkungan.

Parama dan para aktivis Muhammadiyah lainnya sepakat untuk mencari dukungan kepada warga muhammadiyah atau non muhammadiyah untuk mendesak penolakan konsesi pertambangan dari pemerintah. Salah satu caranya adalah dengan membuat petisi dan gerilya menyebarkannya ke semua kalangan. 

"Menurut teman-teman KHM, Muhammadiyah adalah organisasi yang demokratis untuk semua. milik banyak orang. Semua pengurus berkhidmat pada Muhamadiyah, bukan hanya milik Pimpinan Pusat dan elite-elitnya. Kita semua punya caranya mencintai Muhammadiyah sebagai wadah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga semua warga Muhammadiyah bisa memberi saran dan masukan, oleh sebab itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus mendengarkan dan mempertimbangkan petisi ini," tegas Parama.***

Halaman:

Tags

Terkini