Kamis, 4 Juni 2026

All Eyes On Muhammadiyah! KHM Jember Angkat Suara, Desak PP Muhammadiyah Bersikap Tegas Tolak Tawaran Konsesi Tambang untuk Ormas Kegamaan

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 10 Juli 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi kondisi tambang yang bisa merusak lingkungan (Pixabay/ The Digital Artist)
Ilustrasi kondisi tambang yang bisa merusak lingkungan (Pixabay/ The Digital Artist)

 

SketsaNusantara.id -  Polemik tentang tawaran konsesi tambang pada ormas keagamaan masih belum usai. 

Selain Nahdatul Ulama yang jadi sorotan, kini muncul geliat dari para aktivis muda Muhammadiyah mengkritisi adanya IUP tambang untuk ormas keagamaan. 

Acara sarasehan yang digelar oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dengan tajuk 'Tambang Ramah Lingkungan' menjadi sorotan dan kegelisahan kaum muda Muhammadiyah. 

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Negara Dalam Bahaya Cengkeraman Mafia Tambang, Kasus Tambang Liar Sangihe Contoh Lambannya Pemerintah...

Hal ini dinilai bahwa para pengambil kebijakan di internal PP Muhammadiyah terkesan dekat dan lekat dengan tawaran konsesi tambang bagi ormas keagamaan. 

Hingga kini, PP Muhammadiyah belum memberikan  keputusan terkait sikapnya terhadap tawaran IUP dari pemerintah.

Sementara, keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang pengambilan sikap soal izin usaha pertambangan (IUP) dari pemerintah akan diagendakan pada rapat pleno Sabtu, 13 Juli 2024 mendatang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Change.org, menuliskan tentang ketakutan terkait dampak pertambangan yang dinilai bisa merusak lingkungan. 

"Pertambangan batubara adalah mesin perusak iklim global! Emisi dari tambang memperparah krisis iklim yang mengancam kelangsungan hidup kita. Banjir, kekeringan, dan bencana alam lainnya akan semakin sering terjadi," tulisnya. 

Baca Juga: Sinisme Monohok NU Terima Izin Tambang, Ormas Lain: Kami Butuh Izin Mendirikan Gereja, Bukan Izin Tambang

Sementara, tawaran konsesi tambang dari pemerintah yang tercantum dalam PP Nomor 25 Tahun 2024 dinilai bisa menjebak persyarikatan untuk terus menerus memperbesar usaha industri ekstraktif dan melupakan transisi ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam petisi tersebut, para kaum muda Muhammadiyah ini mendesak PP Muhammadiyah harus mengambil sikap tegas.

"Jangankan berpikir untuk menerima, Pimpinan Pusat Muhammadiyah seharusnya memalingkan muka terhadap tawaran ini. Muhammadiyah adalah simbol perjuangan agama, nilai, dan norma yang luhur. Menerima tawaran tambang berarti mengkhianati jati diri kita sebagai pelopor gerakan filantropis dan kesehatan yang mulia," tulisnya. 

Petisi generani muda Muhammadiyah ini menekankan bahwa penolakan ini karena anak muda merupakan salah satu yang paling terdampak kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan yang disepakati oleh persyarikatan Muhammadiyah dinilai bisa menjadi tanggungan dosa bagi para generasi muda yang akan datang. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X