Meisya Siregar yang pernah mengunjungi Masjid Al Aqsa beberapa waktu lalu juga menjadi saksi bagaimana kekejaman tentara Israel terhadap rakyat Palestina.
"Begitu sampai di Baitul Maqdis rasanya campur aduk. Antara benci sama perlakuan mereka (Israel), tapi di satu titik kita terharu kita bisa ada di sana," ungkap Meisya Siregar saat jadi bintang tamu di acara Rumpi: No Secret pada hari Kamis, 21 Maret 2024 lalu.
Baca Juga: Disambut Bak Pahlawan, Inilah Detik-Detik Pegi Setiawan Pulang ke Kampung Halaman
"Sedih banget ketika melihat penderitaan orang-orang di Gaza, mereka perlu kita untuk meramaikan daerahnya, karena di sana orang-orang Palestina gak bisa kerja, pajak tinggi, makanan mahal," sambungnya.
"Di sana pun kita gak bisa sembarangan kasih sedekah, mau kasih makanan aja gak bisa karena dilarang sama tentara Israel, pedih banget," pungkasnya.
Hingga saat ini, tentara Israel masih melancarkan serangan ke Palestina. Setidaknya sudah lebih dari 180 ribu jiwa melayang akibat serangan genosida yang membuat warga dunia geram.
Selain itu, Menkominfo Budi Arie Setiadi kini ramai diperbincangkan lantaran belakangan ini dinilai gagal dalam menjaga keamanan siber saat Pusat Data Nasional (PDN) terserang ransomware.
Masyarakat menilai Budi Arie Setiadi tak mampu menjalankan tugas Menkominfo dengan benar dan didesak untuk mundur dari jabatannya karena dianggap telah merugikan banyak orang.
Postingan lawas di Facebook Budi Arie Setiadi yang tersebar di media sosial, kini makin menambah deretan panjang permasalahan pemerintah di tengah banyaknya warganet yang menilai Menkominfo "tidak kompeten".
Bahkan julukan "menteri giveaway" kepada Menkominfo Budi Arie yang disebut sebagai "jabatan menteri pemberian Presiden Jokowi" itu pun turut disoroti media asing sebagai kritikan atas pemerintahan Indonesia.***