SketsaNusantara.id - Malam 1 Suro merupakan salah satu momen sakral yang menunjukkan pergantian tahun dalam kalender Jawa.
Suro merupakan bulan pertama dalam penanggalan kalender Jawa. Penamaan Suro dalam masyarakat Jawa berasal dari kata Asyura dalam Bahasa Arab.
Penamaan tersebut dicetuskan sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Kata Suro mengacu pada kalender hijriah yang berarti hari kesepuluh bulan Muharram.
Malam 1 suro juga kerap dikaitkan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Penetapan 1 Suro juga menjadi cikal bakal pengenalan Islam di tanah Jawa.
Menurut sejarah, 1 Suro ditetapkan Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16. Kala itu, Sultan Agung memadukan kalender Saka dengan kalender Hijriah dan menerapkan 1 Suro sebagai tanda awal tahun baru Jawa.
Pemaduan kalender Saka dan Hijriah menjadi kalender Jawa pada zaman dahulu merupakan usaha untuk mempersatukan rakyat agar tidak terpecah belah karena perbedaan keyakinan agama.
Sejak dahulu juga sering diadakan berbagai tradisi pada malam 1 Suro di antaranya melaksanakan ziarah kubur, mengadakan pengajian dan ritual penting yang menjadi momen sakral di beberapa daerah di tanah Jawa.
Oleh karena itu, masyarakat Jawa mewanti-wanti momen malam satu suro. Hal ini dikarenakan ada kepercayaan dalam kultur budaya Jawa yang harus dipatuhi ketika malam satu suro dan dipercaya akan mendatangkan hal buruk jika dilanggar.
Tak hanya itu, malam satu suro juga dimaknai untuk melakukan tirakatan yakni melakukan doa bersama dengan tujuan untuk introspeksi diri sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan menjelang pergantian tahun baru.
Lantas, kapan malam 1 suro 2024? Penetapan ini dapat dilihat dari kalender Hijriah 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama atau Kemenag RI.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kemenag RI, tanggal 1 suro dalam kalender Jawa kerap bertepatan jatuhnya dengan tahun baru Islam 1 Muharram.