"Mbok ya jangan terlalu seenaknya sendiri, kita sebagai muslim ga masalah mau ada yang jualan makanan non hala, malah kalo imannya kuat ya gak masalah, apanya yang meresahkan? Kita hidup berdampingan kudu rukun, kejadian kaya gini malu-maluin aja," komentar akun @gege_ajah192.
Terkait hal ini, pihak DSKS mengaku melakukan protes karena event kuliner non halan di Solo Paragon Mall ini dianggap meresahkan warga karena dianggap terlalu terbuka.
Dalam surat yang berisi pernyataan sikap DSKS disebutkan bahwa pihaknya menolak atas diizinkannya Festivak Kuliner Makanan Non Halal di Paragon Solo Mall karena dianggap meresahkan warga.
Dakam himbauannya, DSKS meminta agar ke depannya Pemkot Solo dan Kapolres Surakarta agar lebih sensitif dan tidak mengizinkan acara-acara yang merusak nilai-nilai agama.
Usai acara ini mendapat protes keras dan penutupan paksa, Polresta Solo ikut turun tangan terkait masalah ini dan memberikan solusi terbaik, agar tak ada pihak yang dirugikan.
Setelah melalui proses mediasi dan diskusi lebih lanjut, acara tersebut akhirnya dibuka kembali.
Ken selaku pihak Event Organizer menyebut acara Festival Kuliner Non Halal bisa kembali dilanjutkan hingga tanggal 7 Juli 2024 dengan mengikuti beberapa persyaratan yang telah disepakati sebelumnya.
"Ada beberapa kesepakatan yang harus dilakukan oleh kami daru pihak EO, mulai dari pelepasan banner yang katanya dinilai terlalu terbuka dan diminta untuk dikasih kain penutup di area sekitar tenant," kata Ken pada wartawan pada hari Kamis, 4 Juli 2024.
"Permintaan tersebut bukan masalah bagi kita dan kami bisa ikuti persyaratan itu jadi ya, oke, kita bisa lanjut lagi acaranya sampe hari Minggu (7 Juli 2024) besok," pungkasnya.***