Kamis, 4 Juni 2026

Event Kuliner Non Halal di Solo Ditutup Gegara Dianggap Meresahkan Warga, Netizen Ramai Sebut Ormas Kota Surakarta Putus Rezeki Orang

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 4 Juli 2024 | 21:36 WIB
Kuliner Non Halal di Solo Paragon Mall tuai protes ormas hingga sempat ditutup sementara (X/just_ab1)
Kuliner Non Halal di Solo Paragon Mall tuai protes ormas hingga sempat ditutup sementara (X/just_ab1)

SketsaNusantara.id - Salah satu organisasi masyarakat (ormas) ramai jadi sorotan warganet usai memprotes acara kuliner non halal hingga berujung pada penutupan paksa.

Diketahui, acara bertajuk Festival Kuliner Non Halal Pecinan Nusantara yang mulai digelar pada hari tanggal 3-7 juli 2024 di Solo Paragon Mall, mendapatkan protes dari salah satu ormas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS).

Akun Twitter @lhayesno baru-baru ini melaporkan kondisi event kuliner non halal yang mendadak ditutup paksa usai mendapat protes dari ormas DSKS yang dianggap meresahkan masyarakat.

Baca Juga: 3 Alasan Pandji Pragiwaksono Protes Pencalonan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel: Emang Nggak Ada Orang Lain?

"Event kuliner non halal di Solo Paragon Mall, hari ini (Rabu, 3 Juli 2024) jam 11 tadi didatangi ormas, sampai ditutup paksa," tulis akun Twitter @lhayesno.

Pada video yang beredar, tampak beberapa pedagang kuliner non halal terpaksa menutup stannya padahal event baru saja dibuka.

"Kasihan semua tenant pada bingung, mereka baru buka 1 jam, terus dipaksa tutup. EO (Event Organizer) dari Jakarta harusnya gak ada masalah, dari pihak Paragon Mall juga kabarnya izin sudah keluar. Tapi tetap dibubarkan," ungkap akun @lhayesno.

Baca Juga: Efek Data Nasional Bocor, Warganet Mulai Resah, Kerap Dapat Notifikasi Aktivitas Mencurigakan dari Negara Lain: Segera Ganti Password!

"Entah acara ini bisa lanjut atau tidak. Heran dengan ormas dengan yang takut dengan pameran model begini," pungkasnya.

Akun tersebut menyayangkan tindakan ormas yang dianggap memutus rezeki orang karena menutup paksa dagangan mereka.

Kejadian ini pun ramai jadi perbincangan hingga jadi trending di media sosial.

Warganet pun tak mempermasalahkan jika ada perbedaan pendapat, tapi tidak membenarkan tindakan protes apalagi sampai merugikan pihak lain.

Baca Juga: Brain Cipher Minta Maaf, Hacker PDNS Beri Sindiran Pedas untuk Indonesia, Netizen: Bukti Pemerintah Tak Bisa Jaga Keamanan Siber..

"Solo kota toleran, kita bukan warga yang tinduk pada ormas, gak masalah kok mau ada kuliner non halal begini, kalo gak suka ya gak usah didatangi, beres kan? Kaya gini kasihan, paksa tutup lapak kaya mutus rejekinya orang," komentar akun @reza_pratama.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X