Mereka menyebut tidak ada muatan politis dan mengaku hanya ingin memberi pelajaran atas pentingnya tim spesialis yang diperlukan negara ini untuk menjaga keamanan data negara.
"Serangan yang kami lakukan tidak memiliki tujuan dalam konteks politik, hanya sebuah pengujian yang meminta pembayaran," kata Brain Cipher.
Baca Juga: Akibat Gangguan PDN, 47 Domain Layanan Kemendikbudristek Alami Error, Sulit Akses KIP Kuliah
"Kami berharap peristiwa ini membuat kalian sadar akan pentingnya mendanai (keamanan siber) dengan merekrut spesialis yang berkualitas," imbuhnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa hacker tersebut mengerti kelemahan Indonesia yang belum memiliki tenaga profesional di bidang IT sehingga tak bisa menyelamatkan datanya sendiri ketika terjadi serangan ransomware.
Sementara itu, Brain Cipher sendiri meninggalkan crypto wallet berupa monero yang diharapkan akan mendapat imbalan.
Meski demikian, Brain Cipher menegaskan akan memberikan kunci secara gratis dan mereka akan menepati janjinya sesuai seperti yang tertulis dalam pernyataan tersebut.
"Kami membuat dompet monero untuk sumbangan, dan semoga kami mendapatkan sesuatu (imbalan) nantinya," kata Brain Cipher.
"Namun, kami ingin menegaskan bahwa keputusan ini kami ambil secara sadar dan independen, dan sekali lagi kami ulangi lagi bahwa kami akan memberikan kunci secara gratis dan atas inisiatif kami sendiri," pungkasnya.
Penyataan Brain Cipher untuk publik ini pun menuai reaksi dari netizen. Warganet malah mencibir dan bahkan menyebut ada orang dalam yang berulah.
Selain itu warganet juga menyayangkan peristiwa ini yang menjadi bukti bahwa Kominfo dan BSSN tidak bisa menjaga keamanan data dengan baik selama ini.
"Baru kali ini ada hacker yang kasihan sama targetnya, curiga hacker nya orang dalam yang memanfaatkan situasi," sindir salah satu netizen.
"Apakah ini drama baru pemerintah? kocak banget baru tau sekarang ini ada hacker budiman, tapi peristiwa ini jadi bukti kalo Pemerintah Indonesia gak bisa jaga keamanan data rakyatnya," komentar netizen yang lainnya.***